Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta: Langkah Nyata MTsN 2 Kota Magelang Menuju Pembelajaran Humanis
Abdul Mukhid
12 Juli 2025 282 x Berita Madrasah
Magelang, 12 Juli 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah, MTsN 2 Kota Magelang menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta pada Jumat-Sabtu, 11–12 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Rahma Huda Putranto, M.Pd. Kepala SMPN 3 Satu Atap Borobudur serta Rr. Sri Sukarni Katamwatiningsih, M.Pd. dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Bapak H. Muhammad Soleh Mubin, S.Ag., M.H., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru dalam menghadapi dinamika zaman. “Guru harus adaptif terhadap perubahan. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendekatan pendidikan menuntut kita semua untuk senantiasa semangat dalam meng-upgrade diri. Jika tidak, maka kita akan tertinggal,” ungkap beliau di hadapan peserta workshop.
Kepala MTsN 2 Kota Magelang, Bapak Drs. Gunartomo, M.Pd., juga menyampaikan sambutannya sekaligus menekankan urgensi pelaksanaan workshop ini. “Workshop ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam terus mendorong para guru untuk berkembang. Dengan memahami pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta, guru tidak hanya mengajar secara kognitif tetapi juga menyentuh sisi emosional dan karakter peserta didik,” ujarnya.
Materi yang disampaikan mencakup strategi dan praktik pembelajaran mendalam, nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan, serta implementasi kurikulum yang mengedepankan cinta, empati, dan keutuhan perkembangan anak. Peserta yang terdiri dari para guru MTsN 2 Kota Magelang tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi yang interaktif dan reflektif. Diskusi, simulasi, hingga sesi praktik langsung menjadikan suasana workshop begitu hidup dan bermakna.
Diharapkan melalui workshop ini, para guru dapat menerapkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna antara guru dan siswa. Semangat mendidik dengan cinta diharapkan menjadi ruh dari pembelajaran di madrasah, sejalan dengan visi pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

